Postingan

Menampilkan postingan dari 2012
Rindu jalan dakwah
ukhty,...
selembar kain yg menjulur membalut auratmu... semoga sesautu yg engkau kerjakan tetap istiqomah sholawat serta salam selalu yg qolbuku...
ukhty.. tak pernah mendengar lagi tilawahan bersama2 teman di halaqoh... ak rindu,ak kangen semua itu.. engkau yg mengingatkan sy bilamana sy dlm fajur.. engkau,adlh kawan,sodara & kerabat yg paling ku cintai.. rasa tangis hampir tiap saat,tiap detik,tiap menit kerana.. telah jauh semua dr kehidupan ini..
ukhty.. masih istiqomah kah engkau..? masih ingat kah saat kita saling bercanda mebahas ilmu allah.. wahai murrobbiku engkaulah mursyidku yg sll ad pd saat sedih & senang.. waktu berjlan dg panji-panji islam sy bangga dengamu skrg semua tinggal kenangan.. sejuk mengalir sungai nil,sungguh ranau buah2 dimuka bumi ini... msh sejuk embun pagi,masih sejuk ktka mengingat kenangan dulu..
ukhty.. semoga engkau tetap toat.. tetap dlm syar'ie Nya..
Gambar
Sedikitnya Teman Perjalanan, Harga Sebuah Kemuliaan
Suatu kali, Umar bin Khathab mendengar seseorang berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit (minoritas).” Beliau bertanya, “Wahai hamba Allah, apa yang kamu maksud dengan golongan minoritas?”
Orang itu menjawab, “Saya menyimak firman Allah, Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (QS. Hud: 40), juga firman-Nya, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.” (QS. Saba’ 13). Kemudian orang itu menyebutkan beberapa ayat lagi. Lalu Umar berkata, “Setiap orang memang lebih faqih dari Umar.”
Fragmen ini menjadi pelajaran bagi kita, bahwa untuk meraih derajat yang tinggi dan mulia, harus bersiap menempuh jalan yang sepi dari teman. Karena orang kebanyakan tidak sanggup menempuh puncak ketinggian. Derajat muslim hanya disandang sebagian kecil dari total penduduk bumi yang luas ini. Di antara sekian banyak muslim, hanya sebagian kecil yang menduduki peringkat mukmin. Dan di antar…
Gambar
Wudhu, Bersihkan Diri Sucikan Hati
Ali bin Husein apabila berwudhu, wajahnya berubah menjadi pucat. Tatkala ditanya, “Apa yang terjadi dengan Anda saat berwudhu?” Beliau menjawab, “Tahukah kalian, dihadapan siapa aku hendak berdiri menghadap?” Adalah Ali bin Husein, apabila beliau berwudhu maka wajah beliau berubah menjadi pucat. Tatkala beliau ditanya, “Apakah yang terjadi pada Anda saat berwudhu?” Beliau menjawab, “Tahukah kalian, dihadapan siapa aku hendak berdiri menghadap?”
Lazimnya, tatkala seseorang hendak menemui seorang pejabat yang dihormati dan dicintai misalnya, ia akan memperbagus tampilan sebelum bertemu. Ia akan bersih diri, memakai pakaian yang paling bagus dan memakai minyak yang paling wangi. Ia pun akan bercermin dan meneliti secara detil hal-hal yang sekiranya dapat mengundang kesan tidak baik dalam pandangan pejabat yang dimaksud. Itupun disertai perasaan gugup, takut dan sekaligus berharap akan mendapat sambutan yang baik. Begitulah keadaan seseoran…

UWAIS AL-QORNI

Gambar
Pada zaman Nabi Muhammad saw, di Negeri Yaman ada seorang pemuda yang bernama Uwais Al-Qorni. Pemuda miskin yang hidup bersama ibunya ini dikenal sangat sholeh, disela-sela kesibukannya mencari nafkah sebagai penggembala ternak (onta dan domba) milik orang lain ia tidak lalai merawat dan mengurus ibunya. Sebab tidak ada lagi sanak famili yang dimiliki dan sejak kecil ia telah yatim. Satu-satunya keluarga yang masih ia miliki hanyalah ibundanya yang sudah tua dan menderita kebutaan dan tuli. Upah yang ia terima dari menggembala ternak hanya cukup buat hidup dengan ibunya, bila ada kelebihan sering ia berikan kepada tetangganya yang membutuhkan. Oleh karena itu walaupun ia seorang pemuda miskin namun sangat disenangi dan dihormati oleh tetangganya. Ajaran Islam yang mendidik dan mengajarkan akhlak yang luhur, dalam waktu yang relatif singkat memperoleh simpati dan telah memiliki penganut yang cukup banyak di Negeri Yaman. Demikian pula dengan Uwais Al-Qorni, ia telah mengenal dan menga…

Hidayah Itu Harus Dijemput

Gambar
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================

Antara aku dan sahabatku. Di halaman kampus, dibawah pohon akasia yang rindang.
Sambil menikmati semilir angin dan memandangi para temen2 mahasiswa yg berlalu lalang datang dan pergi kuliah.
Sahabatku menunduk sedih. Wajahnya semuram mendung di langit sana.

“Apa kau tak percaya Allah itu ada??”
“Aku percaya…”
“Lalu mengapa kau tidak sholat??”
“…........???” (DIAM)
“Apa kau tak percaya akan datangnya Hari Pembalasan??”
“Tentu saja percaya..”


“Lantas kenapa tidak sholat??”
“…….......???” ( DIAM )
“Tak tahu kah kau, sholat-lah yg membedakan mu’minuun dg kafiruun..”
“Aku tahu itu…”
“Mengapa masih tak kau laksanakan juga sholat-mu??”
“….........” ( MASIH DIAM )

“Tempat kembali orang2 kafir adalah neraka jahannam..”
“Yaa…aku tahu ”
“Tak takut akan siksaNya??”
“Pertanyaan retorik…”
“Hmmmm….. masih tak mau sholat juga??”
“….......?????” ( TETAP DIAM )

“Kapan kau akan mulai sholat??”
“Dulu… aku…

“Hati yang Tertutup” Apa yang Engkau Cari di Dunia Ini?

Malam ini, ketika tulisan ini saya buat, gerhana bulan sedang terjadi, yaitu ketika cahaya matahari yang seharusnya dipantulkan bulan terhalang oleh keberadaan bumi yang berada di antaranya. Hal tersebut mengingatkan saya pada pembahasan hati yang saat ini sudah memasuki bagian ke-6. Hati yang menjadi puncak kebahagiaan, yang menjadi sesuatu yang dicari semua orang di dunia ini. Allah telah menutup hati, pendengaran dan penglihatan mereka. Dan bagi mereka siksa yang amat berat (Q.S al-Baqarah 2:7) Hati yang tertutup berbuah pada siksa yang amat berat. Siksa tentulah bukan termasuk kepada kebahagiaan. Tidak ada orang yang ingin disiksa meskipun seringkali seseorang melakukan apa yang membuat dirinya tersiksa. Maka menarik untuk membahas hati yang tertutup tersebut bagaikan banyaknya orang ingin mengabadikan dan melihat bagaimana bulan tak bersinar lagi pada saat gerhana matahari. Simaklah, bagaimana seorang Nanang Qosim Yusuf dalam bukunya The 7 Awareness membuat permisalan tentang hati, …